TEMREDCOM: Teknologi
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

2/20/2021

KEK Tanjung Kelayang Siap Tampung 5.000 Pekerja

ILUSTRASI.
INFO NASIONAL -- Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung dinilai sangat potensial dan diperkirakan menyerap ribuan pekerja. Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat rapat konsolidasi bersama Gubernur Erzaldi Rosman, deputi Kemenparekraf RI, dan pengelola kawasan, Banyu Sinergi Multikarya serta para pelaku usaha lainnya.

"Diperkirakan kawasan ini mampu menyerap lapangan pekerjaan hingga lima ribu orang memasuki tahun 2025," ungkap Menteri Sandiaga di Sheraton Hotel, Sabtu, 6 Februari 2021.

Tak hanya dari sisi penyerapan tenaga kerja, KEK Tanjung Kelayang secara keseluruhan berdampak positif bagi Bangka Belitung. Menteri Sandiaga juga optimistis kawasan ini potensial dikembangkan, apalagi dengan berbagai keunggulan yang menjadi modal kuat Kawasan Tanjung Kelayang. 
 
"KEK Tanjung Kelayang sangat memenuhi syarat. Ditambah letak geografis Babel khususnya Pulau Belitung yang merupakan jalur pusat pelayaran membuatnya menjadi objek wisata bahari yang luar biasa," katanya.
 
Selain itu Pantai Pasir Putih, batu granit raksasa yang menjadi ciri dari Belitung dan kunjungan-kunjungan lainnya juga membuat kawasan ini potensial.
 
"Sudah saya coba sendiri saat melaksanakan mini triathlon pagi ini dengan mengelilingi Kawasan Tanjung Kelayang dan sangat berpotensi untuk sport tourism, eco wisata, keunggulan geostrategi," ungkapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Erzaldi mengapresiasi dukungan yang telah dilakukan Kemenparekraf RI atas KEK Tanjung Kelayang. Dengan berbagai potensi tersebut, di tengah pandemi Covid-19 Gubernur Erzaldi berharap pengembangan 
KEK Tanjung Kelayang yang telah ditetapkan sejak 14 Maret 2019 ini tetap dilanjutkan dan dapat segera diresmikan,
 
"Kami sangat berharap KEK ini segera dilakukan peresmiannya oleh bapak Presiden RI, sebab sudah pasti tidak hanya berdampak pada kawasan ini saja, tetapi juga Babel secara keseluruhan," ujarnya.
 
Dalam pengembangannya, Gubernur Erzaldi juga yakin KEK ini mampu mengundang dan menambah investor lainnya untuk potensi usaha. Lebih lanjut dikatakan bahwa sebelum atau sesudah diresmikan tentunya Babel perlu mempersiapkan banyak hal, tidak hanya konsolidasi.
 
Orang nomor satu di Babel ini juga menjelaskan,"Selama prokes dijalankan dengan ketat oleh semua pihak, tentunya akan tetap mampu meneruskan rencana atas KEK dan membuat wisata dan ekonomi kreatif Babel bangkit kembali."
 
Dalam rapat tersebut, Banyu Sinergi Multikarya sebagai pihak pengelola berkesempatan melakukan pelaporan tentang KEK Tanjung Kelayang di hadapan menteri dan gubernur. Pihak pengembang pun berharap ke depannya melalui KEK Tanjung Kelayang semakin banyak orang yang mengetahui potensi dan kekayaan Babel.
 
"KEK tidak diberikan sembarangan, hanya beberapa daerah saja yang mendapatkan dan persiapan puncak peresmian oleh presiden masih terus dipersiapkan di lahan seluas 150 hektar ini," ungkap Deri, perwakilan Banyu Sinergi Multikarya. (*)

KEK Tanjung Kelayang Siap Tampung 5.000 Pekerja

KEK Tanjung Kelayang Siap Tampung 5.000 Pekerja
INFO NASIONAL -- Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung dinilai sangat potensial dan diperkirakan menyerap ribuan pekerja. Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat rapat konsolidasi bersama Gubernur Erzaldi Rosman, deputi Kemenparekraf RI, dan pengelola kawasan, Banyu Sinergi Multikarya serta para pelaku usaha lainnya.

"Diperkirakan kawasan ini mampu menyerap lapangan pekerjaan hingga lima ribu orang memasuki tahun 2025," ungkap Menteri Sandiaga di Sheraton Hotel, Sabtu, 6 Februari 2021.

Tak hanya dari sisi penyerapan tenaga kerja, KEK Tanjung Kelayang secara keseluruhan berdampak positif bagi Bangka Belitung. Menteri Sandiaga juga optimistis kawasan ini potensial dikembangkan, apalagi dengan berbagai keunggulan yang menjadi modal kuat Kawasan Tanjung Kelayang. 
 
"KEK Tanjung Kelayang sangat memenuhi syarat. Ditambah letak geografis Babel khususnya Pulau Belitung yang merupakan jalur pusat pelayaran membuatnya menjadi objek wisata bahari yang luar biasa," katanya.
 
Selain itu Pantai Pasir Putih, batu granit raksasa yang menjadi ciri dari Belitung dan kunjungan-kunjungan lainnya juga membuat kawasan ini potensial.
 
"Sudah saya coba sendiri saat melaksanakan mini triathlon pagi ini dengan mengelilingi Kawasan Tanjung Kelayang dan sangat berpotensi untuk sport tourism, eco wisata, keunggulan geostrategi," ungkapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Erzaldi mengapresiasi dukungan yang telah dilakukan Kemenparekraf RI atas KEK Tanjung Kelayang. Dengan berbagai potensi tersebut, di tengah pandemi Covid-19 Gubernur Erzaldi berharap pengembangan 
KEK Tanjung Kelayang yang telah ditetapkan sejak 14 Maret 2019 ini tetap dilanjutkan dan dapat segera diresmikan,
 
"Kami sangat berharap KEK ini segera dilakukan peresmiannya oleh bapak Presiden RI, sebab sudah pasti tidak hanya berdampak pada kawasan ini saja, tetapi juga Babel secara keseluruhan," ujarnya.
 
Dalam pengembangannya, Gubernur Erzaldi juga yakin KEK ini mampu mengundang dan menambah investor lainnya untuk potensi usaha. Lebih lanjut dikatakan bahwa sebelum atau sesudah diresmikan tentunya Babel perlu mempersiapkan banyak hal, tidak hanya konsolidasi.
 
Orang nomor satu di Babel ini juga menjelaskan,"Selama prokes dijalankan dengan ketat oleh semua pihak, tentunya akan tetap mampu meneruskan rencana atas KEK dan membuat wisata dan ekonomi kreatif Babel bangkit kembali."
 
Dalam rapat tersebut, Banyu Sinergi Multikarya sebagai pihak pengelola berkesempatan melakukan pelaporan tentang KEK Tanjung Kelayang di hadapan menteri dan gubernur. Pihak pengembang pun berharap ke depannya melalui KEK Tanjung Kelayang semakin banyak orang yang mengetahui potensi dan kekayaan Babel.
 
"KEK tidak diberikan sembarangan, hanya beberapa daerah saja yang mendapatkan dan persiapan puncak peresmian oleh presiden masih terus dipersiapkan di lahan seluas 150 hektar ini," ungkap Deri, perwakilan Banyu Sinergi Multikarya. (*)

NAP Tingkatkan Kualitas Dengan Perluas Jangkauan ke Jepang

ILUSTRASI.
TEKNO - PT NAP Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info) berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna internet Indonesia melalui Matrix Cable Internet eXchange (MC-IX) dengan memperluas jangkauannya ke konten-konten Jepang. Japan Internet eXchange (JPIX) adalah Internet eXchange (IX) komersial pertama di Jepang.

Pengumuman tersebut dilakukan hari ini bersamaan dengan JPIX User Meeting yang diselenggarakan secara virtual. Hadir pada acara ini perwakilan dari JPIX, Tetsuya Hamada, selaku Vice President (VP) JPIX dan juga Thomas Dragono selaku Managing Director Matrix NAP Info.

Kolaborasi dengan JPIX ini tentunya menjadi keunggulan tersendiri yang diberikan oleh Matrix NAP Info kepada pelanggannya, dimana para penyedia internet maupun pengguna internet sendiri dapat mengakses secara langsung ke berbagai konten asal Jepang seperti Sony Network Communication, Rakuten, Asahi Net, Fujisoft, Tokai Communication, Tokyo Broadcasting System Television (TBS ) dan masih banyak lagi.

“Dengan menambahkan JPIX ke dalam MC-IX, kami yakin hal ini akan sangat meningkatkan pengalaman pengguna internet di Indonesia secara keseluruhan, khususnya bagi ekspatriat Jepang yang berdomisili di Indonesia. Selain itu, saya yakin kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak," kata Thomas Dragono.

Sementara itu, Tetsuya Hamada mengungkapkan, JPIX yakin bahwa MC-IX telah menjadi salah satu pendorong utama untuk meningkatkan pengalaman internet di Indonesia. “Merupakan kehormatan besar kami menyambut MC-IX sebagai partner terbaru kami!” katanya.

MC-IX, yang merupakan layanan unggulan dari Matrix NAP Info ini terhubung langsung ke jaringan IX mancanegara baik dari Asia, Eropa dan Amerika. Belum lama ini, sebelum bermitra dengan JPIX, Matrix NAP Info juga telah membuka kemitraan dengan IX dari kawasan Amerika, yaitu Seattle Internet eXchange (SIX) di Washington dan Any2 West di California.(*)

NAP Tingkatkan Kualitas Dengan Perluas Jangkauan ke Jepang

ILUSTRASI.
TEKNO - PT NAP Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info) berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna internet Indonesia melalui Matrix Cable Internet eXchange (MC-IX) dengan memperluas jangkauannya ke konten-konten Jepang. Japan Internet eXchange (JPIX) adalah Internet eXchange (IX) komersial pertama di Jepang.

Pengumuman tersebut dilakukan hari ini bersamaan dengan JPIX User Meeting yang diselenggarakan secara virtual. Hadir pada acara ini perwakilan dari JPIX, Tetsuya Hamada, selaku Vice President (VP) JPIX dan juga Thomas Dragono selaku Managing Director Matrix NAP Info.

Kolaborasi dengan JPIX ini tentunya menjadi keunggulan tersendiri yang diberikan oleh Matrix NAP Info kepada pelanggannya, dimana para penyedia internet maupun pengguna internet sendiri dapat mengakses secara langsung ke berbagai konten asal Jepang seperti Sony Network Communication, Rakuten, Asahi Net, Fujisoft, Tokai Communication, Tokyo Broadcasting System Television (TBS ) dan masih banyak lagi.

“Dengan menambahkan JPIX ke dalam MC-IX, kami yakin hal ini akan sangat meningkatkan pengalaman pengguna internet di Indonesia secara keseluruhan, khususnya bagi ekspatriat Jepang yang berdomisili di Indonesia. Selain itu, saya yakin kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak," kata Thomas Dragono.

Sementara itu, Tetsuya Hamada mengungkapkan, JPIX yakin bahwa MC-IX telah menjadi salah satu pendorong utama untuk meningkatkan pengalaman internet di Indonesia. “Merupakan kehormatan besar kami menyambut MC-IX sebagai partner terbaru kami!” katanya.

MC-IX, yang merupakan layanan unggulan dari Matrix NAP Info ini terhubung langsung ke jaringan IX mancanegara baik dari Asia, Eropa dan Amerika. Belum lama ini, sebelum bermitra dengan JPIX, Matrix NAP Info juga telah membuka kemitraan dengan IX dari kawasan Amerika, yaitu Seattle Internet eXchange (SIX) di Washington dan Any2 West di California.(*)

NAP Tingkatkan Kualitas Dengan Perluas Jangkauan ke Jepang

ILUSTRASI.
INFO TEKNO - PT NAP Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info) berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna internet Indonesia melalui Matrix Cable Internet eXchange (MC-IX) dengan memperluas jangkauannya ke konten-konten Jepang. Japan Internet eXchange (JPIX) adalah Internet eXchange (IX) komersial pertama di Jepang.

Pengumuman tersebut dilakukan hari ini bersamaan dengan JPIX User Meeting yang diselenggarakan secara virtual. Hadir pada acara ini perwakilan dari JPIX, Tetsuya Hamada, selaku Vice President (VP) JPIX dan juga Thomas Dragono selaku Managing Director Matrix NAP Info.

Kolaborasi dengan JPIX ini tentunya menjadi keunggulan tersendiri yang diberikan oleh Matrix NAP Info kepada pelanggannya, dimana para penyedia internet maupun pengguna internet sendiri dapat mengakses secara langsung ke berbagai konten asal Jepang seperti Sony Network Communication, Rakuten, Asahi Net, Fujisoft, Tokai Communication, Tokyo Broadcasting System Television (TBS ) dan masih banyak lagi.

“Dengan menambahkan JPIX ke dalam MC-IX, kami yakin hal ini akan sangat meningkatkan pengalaman pengguna internet di Indonesia secara keseluruhan, khususnya bagi ekspatriat Jepang yang berdomisili di Indonesia. Selain itu, saya yakin kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak," kata Thomas Dragono.

Sementara itu, Tetsuya Hamada mengungkapkan, JPIX yakin bahwa MC-IX telah menjadi salah satu pendorong utama untuk meningkatkan pengalaman internet di Indonesia. “Merupakan kehormatan besar kami menyambut MC-IX sebagai partner terbaru kami!” katanya.

MC-IX, yang merupakan layanan unggulan dari Matrix NAP Info ini terhubung langsung ke jaringan IX mancanegara baik dari Asia, Eropa dan Amerika. Belum lama ini, sebelum bermitra dengan JPIX, Matrix NAP Info juga telah membuka kemitraan dengan IX dari kawasan Amerika, yaitu Seattle Internet eXchange (SIX) di Washington dan Any2 West di California.(*)

NAP Tingkatkan Kualitas Dengan Perluas Jangkauan ke Jepang

ILUSTRASI.
INFO TEKNO - PT NAP Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info) berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna internet Indonesia melalui Matrix Cable Internet eXchange (MC-IX) dengan memperluas jangkauannya ke konten-konten Jepang. Japan Internet eXchange (JPIX) adalah Internet eXchange (IX) komersial pertama di Jepang.

Pengumuman tersebut dilakukan hari ini bersamaan dengan JPIX User Meeting yang diselenggarakan secara virtual. Hadir pada acara ini perwakilan dari JPIX, Tetsuya Hamada, selaku Vice President (VP) JPIX dan juga Thomas Dragono selaku Managing Director Matrix NAP Info.

Kolaborasi dengan JPIX ini tentunya menjadi keunggulan tersendiri yang diberikan oleh Matrix NAP Info kepada pelanggannya, dimana para penyedia internet maupun pengguna internet sendiri dapat mengakses secara langsung ke berbagai konten asal Jepang seperti Sony Network Communication, Rakuten, Asahi Net, Fujisoft, Tokai Communication, Tokyo Broadcasting System Television (TBS ) dan masih banyak lagi.

“Dengan menambahkan JPIX ke dalam MC-IX, kami yakin hal ini akan sangat meningkatkan pengalaman pengguna internet di Indonesia secara keseluruhan, khususnya bagi ekspatriat Jepang yang berdomisili di Indonesia. Selain itu, saya yakin kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak," kata Thomas Dragono.

Sementara itu, Tetsuya Hamada mengungkapkan, JPIX yakin bahwa MC-IX telah menjadi salah satu pendorong utama untuk meningkatkan pengalaman internet di Indonesia. “Merupakan kehormatan besar kami menyambut MC-IX sebagai partner terbaru kami!” katanya.

MC-IX, yang merupakan layanan unggulan dari Matrix NAP Info ini terhubung langsung ke jaringan IX mancanegara baik dari Asia, Eropa dan Amerika. Belum lama ini, sebelum bermitra dengan JPIX, Matrix NAP Info juga telah membuka kemitraan dengan IX dari kawasan Amerika, yaitu Seattle Internet eXchange (SIX) di Washington dan Any2 West di California.(*)

Gandeng Nasabah Baru Cukup 5 Menit dengan Lintasarta e-KYC

ILUSTRASI.
INFO TEKNO-- Konsep electronic Know Your Customer (e-KYC) bukan merupakan hal yang baru lagi karena sudah cukup lama diperbincangkan. Namun, sayangnya penerapan e-KYC di Indonesia masih belum begitu masif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri sudah menekankan pentingnya e-KYC di industri keuangan dalam mengenal nasabah. Hal ini dikaitkan dengan meningkatnya perkembangan perusahaan Financial Technology (Fintech) yang begitu pesat.

Lalu, apa itu e-KYC? e-KYC adalah prosedur untuk mengidentifikasi dan melakukan verifikasi identitas pelanggan secara digital atau online. Proses dari e-KYC terdiri dari serangkaian pemeriksaan yang dilakukan pada tahap pertama komunikasi dengan klien untuk verifikasi bahwa mereka adalah orang yang sesuai dengan identitas yang dicantumkan.

Untuk memastikan bahwa proses e-KYC memenuhi standar yang sama dengan KYC, sebelumnya dilakukan secara konvensional, perusahaan harus menerapkan proses identifikasi elektronik dengan tingkat keamanan dan keandalan yang tinggi serta mengikuti aturan yang ditetapkan dalam AML5 (Fifth Anti-Money Laundering Directive) atau eIDAS (electronic Identification, Authentication and Trust Services).

Proses rumit pembukaan rekening, klaim asuransi, hingga pengajuan kartu kredit dapat diatasi dengan e-KYC. Lantas perusahaan mana yang sebaiknya menerapkan e-KYC?

1. Perbankan
Dalam praktik pembukaan rekening, bank menawarkan layanan online namun tetap mengharuskan pelanggan berkunjung ke kantor cabang terdekat atau menggunakan kurir untuk mempersingkat proses. Hal ini dapat diatasi dengan e-KYC yang memberikan peluang bagi pelanggan untuk membuka rekening bank tanpa harus mengunjungi kantor cabang. e-KYC juga dapat dimanfaatkan industri perbankan untuk pengajuan kredit online, pencairan dana pensiun, dan digital customer service.

2. Asuransi
Tidak berbeda jauh dengan industri perbankan, perusahaan asuransi dapat terbantu oleh e-KYC di mana proses autentikasi dan verifikasi identitas nasabah baru bisa dilakukan secara digital. Tidak hanya itu, pelayanan klaim dan Unit Link asuransi juga dapat dilakukan dengan proses verikasi e-KYC.

3. Fintech

Startup yang bergelut di bidang Fintech sudah mulai populer di Indonesia. Namun, setiap startup Fintech kemungkinan memiliki model bisnis yang berbeda, tergantung pada jenis layanannya. Tiga di antara startup Fintech yaitu mobile payment, peer-to-peer lending (P2P) hingga e-wallet. Terlepas dari perbedaan model bisnisnya, proses verifikasi pelanggan dilakukan dengan tahapan yang hampir sama.

Untuk pelanggan P2P misalnya, e-KYC dapat mempermudah pendaftaran bagi lender dan borrower, sehingga turut mempermudah proses akuisisi khususnya untuk pelanggan yang berada di kota kecil. Proses ini juga akan membantu perusahaan memenuhi prinsip anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT) yang akan diwajibkan oleh OJK pada tahun 2021.

4. Broker
Broker, atau juga yang dikenal sebagai pialang, adalah perantara yang bertugas dalam proses jual-beli saham. Di dalam prosesnya, calon investor dan trader dapat mendaftarkan dirinya melalui software, platform, atau situs yang sudah disediakan. e-KYC dapat berguna untuk mempermudah dan mempercepat proses verifikasi identitas calon investor dan trader. Sehingga proses jual-beli saham dapat dilakukan berdasarkan hasil analisis mendalam dan tidak asal-asalan.

Keamanan e-KYC bagi calon pelanggan

Digitalisasi telah mengekspos bisnis pada risiko baru, seperti penipuan melalui identitas online, pengambilalihan akun hingga pelanggaran data pribadi nasabah. Informasi pribadi nasabah yang bocor dapat diakses melalui dark web, sehingga membuat pengguna rentan terhadap pencurian identitas dan serangan pengambilalihan akun.

Tantangan lainnya, terkait dengan penyimpanan data pribadi nasabah yang menjadi keharusan bagi industri perbankan maupun fintech. Sebab, meski e-KYC yang digunakan disediakan oleh pihak ketiga, bank digital dan penyedia layanan fintech yang menjadi pihak penanggung jawab atas keamanan e-KYC dan memastikan e-KYC aman untuk nasabah.

Perkembangan ancaman siber tersebut menunjukkan perlunya sistem verifikasi berbasis biometrik yang kuat untuk melengkapi metode konvensional seperti password dan otentikasi dua faktor melalui SMS. Cara mutakhir untuk verifikasi nasabah adalah dengan menggunakan teknologi e-KYC.

Solusi Lintasarta e-KYC

e-KYC merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh Lintasarta. Solusi Lintasarta e-KYC dilengkapi dengan serangkaian fitur untuk mendukung proses verifikasi pelanggan dari jarak jauh meliputi Optical Character Recognition atau proses pemindaian data KTP melalui gawai pintar, Liveness Detection yang memastikan bahwa nasabah benar-benar hidup, Face Recognition untuk memastikan pelanggan adalah orang yang sama dengan KTP terlampir, sehingga dapat meminimalisir penggunaan deepfake.

Tidak hanya itu, Lintasarta e-KYC juga mendukung Video Call sehingga pelanggan tidak perlu ke kantor cabang, dan Electronic Signature untuk mempermudah proses verifikasi. Lintasarta menjadi Cloud Provider pertama di Indonesia yang berhasil mendapatkan sertifikasi bergengsi PCI DSS Cloud Security yang diserahkan oleh TUV Rheinland.

PCI DSS atau Payment Card Industry Data Security Standard merupakan sebuah standar keamanan data pemegang kartu yang memenuhi persyaratan minimum untuk digunakan pada sektor keuangan, khususnya transaksi bisnis seperti credit card, debit card, dan lainnya. Dengan sertifikasi ini, Lintasarta dapat memastikan e-KYC aman untuk nasabah.

Melalui solusi Lintasarta e-KYC, Lintasarta akan membantu mempermudah proses verifikasi pelanggan, menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan pendapatan dari akuisisi pelanggan yang lebih berkualitas. Klik Lintasarta e-KYC atau hubungi kami untuk mengetahui keunggulan lebih lanjut. (*)

Gandeng Nasabah Baru Cukup 5 Menit dengan Lintasarta e-KYC

Gandeng Nasabah Baru Cukup 5 Menit dengan Lintasarta e-KYC
INFO TEKNO-- Konsep electronic Know Your Customer (e-KYC) bukan merupakan hal yang baru lagi karena sudah cukup lama diperbincangkan. Namun, sayangnya penerapan e-KYC di Indonesia masih belum begitu masif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri sudah menekankan pentingnya e-KYC di industri keuangan dalam mengenal nasabah. Hal ini dikaitkan dengan meningkatnya perkembangan perusahaan Financial Technology (Fintech) yang begitu pesat.

Lalu, apa itu e-KYC? e-KYC adalah prosedur untuk mengidentifikasi dan melakukan verifikasi identitas pelanggan secara digital atau online. Proses dari e-KYC terdiri dari serangkaian pemeriksaan yang dilakukan pada tahap pertama komunikasi dengan klien untuk verifikasi bahwa mereka adalah orang yang sesuai dengan identitas yang dicantumkan.

Untuk memastikan bahwa proses e-KYC memenuhi standar yang sama dengan KYC, sebelumnya dilakukan secara konvensional, perusahaan harus menerapkan proses identifikasi elektronik dengan tingkat keamanan dan keandalan yang tinggi serta mengikuti aturan yang ditetapkan dalam AML5 (Fifth Anti-Money Laundering Directive) atau eIDAS (electronic Identification, Authentication and Trust Services).

Proses rumit pembukaan rekening, klaim asuransi, hingga pengajuan kartu kredit dapat diatasi dengan e-KYC. Lantas perusahaan mana yang sebaiknya menerapkan e-KYC?

1. Perbankan
Dalam praktik pembukaan rekening, bank menawarkan layanan online namun tetap mengharuskan pelanggan berkunjung ke kantor cabang terdekat atau menggunakan kurir untuk mempersingkat proses. Hal ini dapat diatasi dengan e-KYC yang memberikan peluang bagi pelanggan untuk membuka rekening bank tanpa harus mengunjungi kantor cabang. e-KYC juga dapat dimanfaatkan industri perbankan untuk pengajuan kredit online, pencairan dana pensiun, dan digital customer service.

2. Asuransi
Tidak berbeda jauh dengan industri perbankan, perusahaan asuransi dapat terbantu oleh e-KYC di mana proses autentikasi dan verifikasi identitas nasabah baru bisa dilakukan secara digital. Tidak hanya itu, pelayanan klaim dan Unit Link asuransi juga dapat dilakukan dengan proses verikasi e-KYC.

3. Fintech

Startup yang bergelut di bidang Fintech sudah mulai populer di Indonesia. Namun, setiap startup Fintech kemungkinan memiliki model bisnis yang berbeda, tergantung pada jenis layanannya. Tiga di antara startup Fintech yaitu mobile payment, peer-to-peer lending (P2P) hingga e-wallet. Terlepas dari perbedaan model bisnisnya, proses verifikasi pelanggan dilakukan dengan tahapan yang hampir sama.

Untuk pelanggan P2P misalnya, e-KYC dapat mempermudah pendaftaran bagi lender dan borrower, sehingga turut mempermudah proses akuisisi khususnya untuk pelanggan yang berada di kota kecil. Proses ini juga akan membantu perusahaan memenuhi prinsip anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT) yang akan diwajibkan oleh OJK pada tahun 2021.

4. Broker
Broker, atau juga yang dikenal sebagai pialang, adalah perantara yang bertugas dalam proses jual-beli saham. Di dalam prosesnya, calon investor dan trader dapat mendaftarkan dirinya melalui software, platform, atau situs yang sudah disediakan. e-KYC dapat berguna untuk mempermudah dan mempercepat proses verifikasi identitas calon investor dan trader. Sehingga proses jual-beli saham dapat dilakukan berdasarkan hasil analisis mendalam dan tidak asal-asalan.

Keamanan e-KYC bagi calon pelanggan

Digitalisasi telah mengekspos bisnis pada risiko baru, seperti penipuan melalui identitas online, pengambilalihan akun hingga pelanggaran data pribadi nasabah. Informasi pribadi nasabah yang bocor dapat diakses melalui dark web, sehingga membuat pengguna rentan terhadap pencurian identitas dan serangan pengambilalihan akun.

Tantangan lainnya, terkait dengan penyimpanan data pribadi nasabah yang menjadi keharusan bagi industri perbankan maupun fintech. Sebab, meski e-KYC yang digunakan disediakan oleh pihak ketiga, bank digital dan penyedia layanan fintech yang menjadi pihak penanggung jawab atas keamanan e-KYC dan memastikan e-KYC aman untuk nasabah.

Perkembangan ancaman siber tersebut menunjukkan perlunya sistem verifikasi berbasis biometrik yang kuat untuk melengkapi metode konvensional seperti password dan otentikasi dua faktor melalui SMS. Cara mutakhir untuk verifikasi nasabah adalah dengan menggunakan teknologi e-KYC.

Solusi Lintasarta e-KYC

e-KYC merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh Lintasarta. Solusi Lintasarta e-KYC dilengkapi dengan serangkaian fitur untuk mendukung proses verifikasi pelanggan dari jarak jauh meliputi Optical Character Recognition atau proses pemindaian data KTP melalui gawai pintar, Liveness Detection yang memastikan bahwa nasabah benar-benar hidup, Face Recognition untuk memastikan pelanggan adalah orang yang sama dengan KTP terlampir, sehingga dapat meminimalisir penggunaan deepfake.

Tidak hanya itu, Lintasarta e-KYC juga mendukung Video Call sehingga pelanggan tidak perlu ke kantor cabang, dan Electronic Signature untuk mempermudah proses verifikasi. Lintasarta menjadi Cloud Provider pertama di Indonesia yang berhasil mendapatkan sertifikasi bergengsi PCI DSS Cloud Security yang diserahkan oleh TUV Rheinland.

PCI DSS atau Payment Card Industry Data Security Standard merupakan sebuah standar keamanan data pemegang kartu yang memenuhi persyaratan minimum untuk digunakan pada sektor keuangan, khususnya transaksi bisnis seperti credit card, debit card, dan lainnya. Dengan sertifikasi ini, Lintasarta dapat memastikan e-KYC aman untuk nasabah.

Melalui solusi Lintasarta e-KYC, Lintasarta akan membantu mempermudah proses verifikasi pelanggan, menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan pendapatan dari akuisisi pelanggan yang lebih berkualitas. Klik Lintasarta e-KYC atau hubungi kami untuk mengetahui keunggulan lebih lanjut. (*)
Play